Respon Cepat Info Harga, Penawaran dan Pesan

Anwar Arifin
Esia : 021-34342906
Simpati : 081385230013
Xl : 087780893852
Office : 021-54353513
Fax : 021-54355904
Email : anwar@globalmitraproteksindo.com
7499A580, 316EB414

PT. Global Mitra Proteksindo
Komplek Taman Palem Mutiara Blok A15 No.28
Cengkareng, Jakarta Barat

jual tabung apar alat pemadam apitempat isi ulang alat pemadam apifm200 alat pemadam api

Tips dan Cara | Alat Pemadam Api Ringan Tips

Tips dan Cara | Alat Pemadam Api Ringan Tips

Tips dan Cara | Alat Pemadam Api Ringan Tips (12)

Alat Pemadam Api | Tips Menghindari, Mencegah dan Menanggulangi Bahaya Kebakaran :

1.            Jangan membebani kabel kecil dengan banyak  peralatan listrik.
2.            Jangan menumpuk T- Kontak/ colokan listrik.
3.            Jangan membiarkan kabel terkelupas.
4.            Hindari kabel bersambungan & instalasi listrik yang semerawut.
5.            Jauhkan jarak antara tabung elpiji dan minyak tanah/ bahan mudah terbakar lainnya.
6.            Jangan membuang rokok yang masih membara.
7.            Jangan membiarkan anak kecil bermain korek api.
8.            Jangan mengurung orang didalam rumah.
9.            Menutup/ mematikan tabung gas bila tidak dipakai.
10.        Menyediakan Alat Pemadam Api, sebab semua kebakaran berasal dari api kecil yang tidak dapat dipadamkan.

Penyebab Terjadinya Kebakaran.

1. Bahan yang mudah terbakar- Barang padat, cair atau gas ( kayu, kertas, textil, bensin, minyak,acetelin dll),
2. Panas ( Suhu )- Pada lingkungannya memiliki suhu yang demikian tingginya,(sumber panas dari Sinar Matahari, Listrik (kortsluiting, panas energimekanik (gesekan), Reaksi Kimia, Kompresi Udara)
3. Oksigen ( O2 )- Adanya Zat Asam ( O2 ) yang cukup. Kandungan (kadar) O2ditentukan dengan persentasi (%), makin besar kadar oksigenmaka api akan menyala makin hebat, sedangkan pada kadaroksigen kurang dari 12 % tidak akan terjadi pembakaran api. Dalamkeadaan normal kadar oksigen diudara bebas berkisar 21 %, makaudara memiliki keaktifan pembakaran yang cukup.
Dari ketiga faktor tersebut saling mengikat dengan kondisi yang cukuptersedia. Ketiga faktor tersebut digambarkan dalam bentuk hubungansegitiga kebakaran sebagai berikut :
Perlu diperhatikan apabila salah satu dari sisi dari segita tersebut diatastidak ada, maka tidak mungkin terjadi kebakaran. Jadi setiap kebakaranyang terjadi dapat dipadamkan dengan tiga cara yaitu :
a. Dengan menurunkan suhunya dibawah suhu kebakaran,
b. Menghilangkan zat asam
c. Menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar
Jenis dan Macam Alat Pemadam Kebakaran Berdasarkan bahan yang terbakar maka api dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain :
1. Api kelas A, yang terbakar bahan padat
2. Api kelas B, yang terbakar bahan cair/gas
3. Api kelas C, yang terbakar melibatkan arus listrik
4. Api kelas D, bahan yang terbakar logamKlasifikasi jenis kebakaran terbuit diatas terbentuk sesudah tahun 1970,sebelumnya hanya kelas A, B, C.
Cara Pemadaman KebakaranTerdapat 3 (tiga) cara untuk mengatasi/memadamkan kebakaran :
* Cara penguraian yaitu cara memadamkan dengan memisahkan atau menjauhkan bahan / benda-benda yang dapat terbakar
* Cara pendinginan yaitu cara memadamkan kebakaran denganmenurunkan panas atau suhu. Bahan airlah yang paling dominandigunakan dalam menurunkan panas dengan jalanmenyemprotkan atau menyiramkan air ketitik api.
* Cara Isolasi / lokalisasi yaitu cara pemadaman kebakaran dengan mengurangi kadar / prosentase O2 pada benda-bendayang terbakar.
* Bahan Pemadam KebakaranBahan peadam kebakaran yang banyak dijumpai dan dipakaipada saat ini antara lain :
1. Bahan pemadam Air
2. Bahan pemadam Busa (Foam)
3. Bahan pemadam Gas CO2
4. Bahan pemadam powder kering (Dry chemical)
5. Bahan pemadam Gas Halon (BCF) atau sekarang sudah ada bahan penggalnti halon yaitu Liquid Gas Non CFC Ramah Lingkungan
Bahan pemadam Air- Bahan pemadam air mudah didapat, harga murah, dapat digunakandalam jumlah yang tak terbatas bahkan tidak perlu beli/gratis.
- Air disamping menurunkan panas/suhu (mendinginkan) dapat pula menahan/menolak dan mengusir masuknya oksigen apabila dikabutkan.
- Pada saat ini bahan pemadam kebakaran air banyak digunakan dengan sistim/bentuk kabut (Fog), karena mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan pancaran air antara lain :
* a. Mempunyai kemampuan menyerap panas (pendingainan ) lebihbesar. 1 liter air yang dipancarkan dapat menyerap panas 30 kcal,sedangkan bila dikabutkan 1 liter air dapat menjadi uap sebanyak1.600 lt dan akan menyerap panas sampai 300 kcal.
* b. Peyemprotan nozzel lebih mudah dikendalikan, dengan mengatur nozzel pancaran dapat dikendalikan bahkan sistim kabut (fog)
* c. Menghasilkan udara segar
* d. Dapat digunakan pada kebakaran minyak (Zat cair)
Keuntungan dan kerugian bahan air :
Keuntungan:
1. sebagai media pendingin yang baik
2. mudah didapat dan besar jumlahnya
3. biaya eksploitasi rendah
Kerugian :
1. menghantar listrik
2. dikapal dapat mengganggu keseimbangan(stabilitas)
3. dapat merusak barang-barang berharga tertentuseperti alat-alat elektronik
4. menambah panas apabila terkena karbit kopramentah, atau bahan-bahan kimia tertentu
* Bahan pemadam Busa (Foam)- Bahan pemadam busa efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B(minyak, solar dan cairnya), untuk memadamkan kebakaran bendapadat (Kelas A) kurang baik , Seperti diketahui bahwa pemadam kebakaran dengan bahan busaadalah dengan cara isolasi yaitu mencegah masuknya udara dalamproses kebakaran (api), dengan menutup/menyelimuti permukaanbenda yang terbakar sehingga api tidak mengalir.
Menurut proses pembuatannya terdapat dua jenis busa yaitu :a. Busa kimia ( Chemis )b. Busa mekanis- Busa kurang sesuai untuk disemprotkan pada permukaan cairan yangmudah bercampur dengan air (Alkohol, spirtus) karena busa mudahlarut dalam air
* Bahan pemadam Gas CO2- Bahan pemadam kebakaran CO2 atau karbon dioksida berupagasdan dapat digunakan untuk memadamkan segala jenis kebakaranterutama kelas C. Dengan menghembuskan gas CO2 akan dapatmengusir dan mengurangi prosentase oksigen (O2) yang ada diudarasampai 12 % – 15 %- Gas CO2 ini lebih berat dari pada udara dan seperti gas-gas lain tidakmenghantar listrik, tidak berbau dan tidak meninggalkan bekas/bersih.
* Bahan pemadaman Tepung (powder) kimia kering (drychemical)- Dry chemical dapat digunakan untuk semua jenis kebakaran,- Tidak berbahaya bagi manusia / binatang karena tidak beracun,
* Bahan dry chemical disebut sebagai bahan pemadam kebakaranyang berfungsi ganda (multi purpose extinguisher)
1. Tidak menghantar listrik,- Powder berfungsi mengikat oksigen (isolasi) dan juga dapat mengikat gas-gas lain yang membahayakan,
2. Dapat menurunkan suhu,- Mudah dibersihkan dan tidak merusak alat-alat,
Cara penggunaanya dry chemical hampir sama dengan gas CO2 yaitu sebagai berikut :
1. Pertama harus diperhatikan adanya/arah angin, jika angin bertiupterlalu kuat maka penggunaa dry chemical ini tidak efisien,
2. Arahkan pancaran pemotong nyala api dan usahakan dapatterbentuk semacam awan/asap untuk menutup nyala api tersebut.

 

Saturday, 09 February 2013 15:17

Cara Menggunakan Alat Pemadam Api Ringan Yang Benar

Written by

Cara Menggunakan Alat Pemadam Api Ringan.

Menggunakan alat pemadam api sangatlah mudah dan siapa saja dapat melakukannya. Hanya dengan mengikuti langkah-langkah mudah berikut:

Tarik Segel, Cabut Pin, Tekan Valve dan Sembur atau Pull, Aim, Squeeze and Sweep (PA SS).

  • Tarik alat keselamatan segel pengaman dari alat pemadam api
  1. Pastikan alat pemadam api ditegakkan.
  2. Tanggalkan alat keselamatan yang dilengkapkan yaitu kunci valve (Pen).
  • Acukan muncung alat (Nozle) ke pangkal api
  1. Acukan muncung  alat pemadam api ke pangkal api.
  2. Pastikan anda berada pada jarak kira-kira 1 hingga 1.5 meter dari api.
  1. Tekan tukil atas alat pemadam
  2. Apabila api sudah dipadamkan, buka semua pintu dan buka jendela agar supaya udara segar masuk.
  3. Buka semua Jendela agar udara segar dapat masuk
  • Gunakan cara menyapu ketika penyemburan dilakukan pada seluruhan bagian api.
  • Semburkan ke arah api dengan cara menyapu (sweep)

Saturday, 09 February 2013 15:13

6 Tips Sederhana Mencegah Kebakaran

Written by

 

Tips Sederhana Mencegah Kebakaran.


Seringkali kita mendengar berita kebakaran terutama jika Anda tinggal di kota besar seperti Jakarta. Kebakaran umumnya terjadi di wilayah padat penduduk yang umumnya juga sulit diakses oleh mobil pemadam kebakaran.
Mengingat mencegah itu lebih baik daripada mengobati, kiranya cukup penting untuk mengetahui tips-tips dasar untuk mencegah terjadinya kebakaran dirumah kita.
1. Catat Selalu Nomor Penting Pemadam Kebakaran
Siapkan nomor pemadam kebakaran di tempat-tempat yang mudah terlihat dan terjangkau di rumah Anda. Namun ingat, jika memang terjadi kebakaran, jangan menelepon dari dalam rumah Anda karena bisa membahayakan keselamatan kita. Segera pergi keluar dan hubungi pemadam kebakaran dari handphone atau telepon umum.
2. Jangan Merokok di Tempat Mudah Terbakar
Jangan merokok di tempat-tempat yang mudah terbakar, seperti di kasur, di sofa, di atas karpet, atau ketika mengantuk. Abu rokok yang masih panas bisa menimbulkan api ketika Anda tertidur, dan hal ini tentunya membahayakan.
3. Cek Ruangan Dapur
Pastikan ruang dapur bersih dari benda-benda yang mudah terbakar. Pastikan kompor telah dimatikan dengan baik setelah selesai memasak dan periksa tabung gas dari kebocoran. Sangat disarankan untuk memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di area dapur.
4. Simpan Korek Api di Tempat Sesuai
Letakkan korek api atau pemantik di tempat yang sulit dijangkau oleh anak kecil, karena seringkali kebakaran terjadi karena kelalaian dalam mengawasi anak kecil yang bermain api.
5. Pasang Smoke Detector
Memasang smoke detector akan sangat membantu mencegah terjadinya kebakaran atau mencegah api kecil menjadi besar. Jika Anda memiliki smoke detector di rumah Anda, pastikan untuk memeriksanya secara rutin, seperti cek fungsi dan cek baterai.
6. Siapkan Rencana Penyelematan
Miliki sebuah rencana jika benar-benar terjadi kebakaran di rumah Anda. Pastikan semua anggota keluarga Anda mengetahui apa yang harus dilakukan, tindakan pemadaman api pertama, rute ke pintu keluar, dan sebagainya.
Tentu saja, masih ada tips-tips lain yang bisa Anda tambahkan sendiri dan sesuaikan dengan keadaan rumah Anda. Dengan menerapkan tips-tips tersebut, maka rumah Anda akan menjadi lebih aman dari resiko terjadinya kebakaran. Semoga tips ini bisa bermafaat bagi Anda.

 

 

Bila terjadi kebakaran (tingkat awal) maka :

 

  1. Segera padamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR) atau dengan cara sederhana menggunakan karung goni/Handuk tebal basah (untuk mengurangi panas)
  2. Jangan mematikan atau menyalakan lampu listrik, bisa terjadi kebocoran karena gesekan listrik bisa membuat percikan api.
  3. Jauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar

 

Pada intinya, api bisa timbul karena 3 hal yaitu Bahan Bakar, Oksigen, dan Panas. maka lakukanlah pengendalian terhadap bahaya api dengan mengontrol ketiga elemen tersebut.

Inilah petunjuk praktisnya, dari makalah seminar yang dimuat sebuah blog:

Gas LPG : Solusi atau Ancaman ?

27 December 2009

Semakin hari kasus kebakaran di Indonesia semakin meningkat. Apabila kita menonton berita di TV setiap hari pasti ada berita kebakaran dimana-mana. penyebabnya antara lain ledakan tabung gas LPG atau hubungan pendek arus listrik. Contohnya di DKI Jakarta pada tahun 2009 hingga bulan november kemarin terjadi 785 kasus. (Jakartafire.org)

Salah satu penyebab nya yaitu gas LPG. Program konversi minyak tanah ke gas ini telah menjadi pertanyaan bagi sebagian masyarakat, program ini termasuk solusi atau ancaman?

Alasan pemerintah mengadakan program konversi yaitu :

1. Menghemat subsidi minyak sebesar 20 Trilyun/tahun jika program berhasil

2. Gas sulit dioplos dibandingkan minyak tanah

3. Gas lebih bersih daripada minyak tanah

4. Negara tetangga sudah menerapkannya (Malaysia & Thailand)

 

Namun sebagian masyarakat mengeluhkan banyaknya kasus kebakaran terjadi akibat bocornya tabung gas. Sebenernya perlu diketahui bahwa tabung gas LPG di las secara sempurna 100% sehingga tabung tidak akan mengalami kebocoran. Namun yang sebenarnya mengalami kebocoran di beberapa bagian yaitu :

1. Katup dalam keadaan terbuka (pada waktu tidak digunakan) atau katup sudah rusak

2. Saluran / pipa/ selang karet rusak, pecah, atau pemasangannya yang menuju ke regulator / kompor tidak dilakukan dengan baik

3. Regulator sudah rusak atau gelang karet pada valve rusak atau tidak ada gelang karet pada valve nya

4. Valve tidak dapat menutup (selalu terbuka)

5. Tabung penyok, berkarat, lewat batas akhir(expired)

Hal-hal tersebut bisa terjadi biasanya saat di distributor (yang nakal) maka dari itu tips nya adalah jangan lupa menimbang berat LPG (berat kosong 5 Kg berat netto 3 Kg jadi berat total 8 Kg). Tabung gas LPG 3 Kg sudah memenuhi standar safety SNI 19-1452-2001 sehingga tidak diragukan lagi keselamatannya.

Lalu Bagaimana memakai gas LPG yang aman ?

1. Kompor dan tabung gas di letakan pada tempat yang datar dan di ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik

2. letakan tabung gas LPG sejauh mungkin dari kompor atau sumber api lainnya

3. Pasang regulator pada katup tabung LPG (posisi knob regulator mengarah kebawah).

4. Pastikan regulator tidak dapat terlepas dari katup tabung LPG (maka dari itu dijual beragam alat pengaman regulator denga rata-rata harganya Rp15.000)

5. periksa kemungkinan kebocoran gas dari tabung, kompor, selang, maupun regulatornya.apabila terjadi kebocoran akan tercium bau khas LPG yang menyengat seperti bau busuk

 

Banyaknya kasus kebakaran akibat gas LPG karena pengguna tidak mengetahui bahwa tabung gasnya bocor maka kenali Tanda-tanda kebocoran gas LPG :

1. Tercium bau gas LPG yang menyengat

2. Terdapat embunan pada tabung gas LPG, biasanya ada disekitar sambungan pengelasan tabung, neck ring, valve maupun sambungan pada foot ring

3. Terdapat bunyi mendesis pada regulator

 

Namun apabila yang namanya musibah sudah datang, bila terjadi kebakaran (tingkat awal) maka :

· Segera padamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR) atau dengan cara sederhana menggunakan karung goni/Handuk tebal basah (untuk mengurangi panas)

· Jangan mematikan atau menyalakan lampu listrik bisa terjadi kebocoran karena gesekan listrik bisa membuat percikan api.

· Jauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar

 

Pada intinya, api bisa timbul karena 3 hal yaitu Bahan Bakar, Oksigen, dan Panas. maka lakukanlah pengendalian terhadap bahaya api dengan mengontrol ketiga elemen tersebut.

 

Refrensi :

Robiana Modjo, 2009

(materi ini disampaikan pada saat Seminar Pengembangan Kompetensi K3 FKM UI 2009 “Gas LPG Solusi atau Ancaman ?” yang diselenggarakan oleh BEM FKM UI 2009 dengan pembicara Ibu Robiana Modjo Dosen K3 FKM UI, Muthia Asifa K3 FKM UI, dan Bpk. Agus dari Pertamina. Moderator Ibu Yuni Kusminanti Dosen K3 FKM UI)

Sumber:http://forumkatiga2007.blogspot.com/2009/12/gas-lpg-solusi-atau-ancaman.html

 

Friday, 01 February 2013 02:46

8 Cara Perawatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Written by

Alat Pemadam Api – Kebakaran bisa saja terjadi kapan saja dan dimana saja, tentu saja kita tidak menginginkan hal itu terjadi, namun kita harus siap jika kejadian itu harus terjadi kepada kita, salah satu persiapan yang bisa kita  lakukan adalah dengan menyiapkan alat pemadam api atau kebakaran, ada banyak jenis dan varian untuk alat pemadam api atau kebakaran , dan yang paling popular dan efektif sekarang ini adalah yang berbentuk tabung APAR.

Tabung APAR (alat pemadam api ringan) biasa digunakan di fasiltas umum, seperti mall, apartemen, kantor hingga rumah. Tabung APAR (alat pemadam api ringan) sendiri dibedakan menjadi 4 jenis yaitu: Dry Chemical Powder (serbuk Kimia Kering), Gas CO2, Busa, Hallon.

Tabung APAR (alat pemadam api ringan) sendiri keberadaanya sering kali terbengkali dan minim perawatan bahkan tak jarang ketika kebakaran terjadi tabung APAR (alat pemadam api ringan) tidak berfungsi sebagaimana mestinya baik itu isinya yang tidak bisa keluar, tutub tabung APAR (alat pemadam api ringan) yang susah dibuka, atau bahkan tidak adanya tekanan untuk menyemprotkan isi dalam APAR (alat pemadam api ringan) karena kebocoran gas pendorong.

Layaknya benda-benda lain tabung APAR (alat pemadam api ringan) pun harus dilakukan perawatan rutin agar terhindar dari problem-problem di atas, berikuti ini tips perawatan rutin tabung APAR (alat pemadam api ringan) yang dapat anda lakukan setiap bulannya:

1. cek apakah terdapat kebocoran pada tabung dan pastikan gas pendorong tidak bocor, indikasinya adalah keberadaan posisi jarum yg terletak di pressure gauge tepat berada di posisi 15 s/d 20 Bar. (Berlaku tuk tabung type Stored Pressure)

2. cek segel di tabung Cartridge yg berada di leher tabung, apakaha masih dalam keadaan utuh, lalu kembalikan pada posisi semula. (Berlaku tuk tabung type Cartridge)

3. bersihkan tabung dari debu, air, maupun korosi. Caranya gosok tabung dgn kain basah hingga tak ada lagi debu, lalu gosok lagi dgn kain kering. Setelah itu oleskan sedikit solar pada body tabung secara merata, lalu akhiri dgn penggosokan menggunakan kain kering.

4. bolak-balikan tabung guna menghindari pembekuan pada cairan dalam tabung. Caranya, satu tangan memegang bagian atas tabung, dan tangan satunya lagi memegang bagian bawah tabung. Lalu bagian atas tabung dibalik ke bawah dan sebaliknya, bagian bawah tabung dibolak ke atas. Lakukan hingga 3 sampai 5 kali secara perlahan. (Berlaku tuk tabung model Portable Standard, baik Stored Pressure maupun Cartridge)

5. berikan pelumas secara rutin pada roda tabung. Pastikan jari-jari, velg, dan posisi roda dalam keadaan baik.

6. yakinkan Bracket dalam keadaan kuat dan melekat sempurna dgn dinding. (Berlaku tuk tabung model Portable Standard, baik Stored Pressure & Cartridge)

7. Jangan hadapkan tabung alat pemadam api ringan dgn sinar matahari dan hujan,

8. Usahakan agar tabung alat pemadam api ringan APAR Chubb terhindar dari kontak langsung matahari dan disarankan tuk tuk member penutup/canopy/ pelindung pada tabung demi menjaga kualitas tabung lebih tahan lama

Cara Memilih dan Mendesign Penempatan Alat Pemadam Api Portable

Fire Extinguisher Selection & Placement Design

Alat pemadam api portable bisa menyelamatkan jiwa dan harta benda apabila digunakan dengan benar. Alat pemadam api portable ini bisa digunakan untuk menangani api dalam skala kecil atau yang masih bisa dikendalikan dan tidak membahayakan bagi operator selagi menunggu petugas pemadam kebakaran tiba dilokasi.

Sebelum menentukan jumlah dan jenis alat pemadam api portable yang akan digunakan pada suatu bangunan/gedung, maka kita perlu melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

1. Menentukan klasifikasi kebakaran yang mungkin terjadi serta jenis hazard occupancy untuk area yang akan diproteksi

2. Mengetahui luas area yang akan diproteksi

3. Menentukan rating portable extinguisher yang akan digunakan serta menghitung jumlah kebutuhan portable extinguisher untuk area yang diproteksi

4. Menentukan kapasitas (berat) portable extinguisher yang akan digunakan sesuai dengan karakteristik occupant

 

Menentukan klasifikasi kebakaran yang mungkin terjadi

Sebagaimana dibahas dalam artikel terdahulu (lihat juga artikel : “mengenal alat pemadam api portable”, bahwa terdapat beberapa teory yang dipakai dalam mengklasifikasikan kebakaran, Indonesia sendiri mengadopsi standar NFPA 10 yang membagi kebakaran dalam 5 klasifikasi, antara lain :

Klas A : kebakaran dari benda padat yang mudah terbakar, seperti kayu, kertas, dll

Klas B : kebakaran dari cairan yang mudah terbakar, seperti bensin, solar, dll

Klas C : kebakaran dari benda-benda electrical

Klas D : kebakaran yang melibatkan material logam, dan

Klas E : kebakaran dari minyak masak dan lemak.

Urgency menentukan klasifikasi kebakaran yang mungkin terjadi ini tidak lain adalah untuk menentukan media pemadam yang digunakan dalam pemadam api portable agar dapat digunakan secara efektif.

Menentukan hazard occupancy atau potenisi bahaya pada peruntukan atau pemanfaatan area yang akan diproteksi

Terdapat 3 jenis klasifikasi fire hazard, antara lain :

Light (low) hazard, yaitu apabila area dimana jumlah bahan mudah terbakar kelas A termasuk finishing material-nya, dekorasi serta bahan lain-nya tersedia dalam jumlah kecil, sebagai contoh : kantor, ruang kelas, ruang kursus, guest room didalam hotel, dan lain-lain.

Ordinary hazard, yaitu apabila suatu area memiliki jumlah bahan mudah terbakar kelas A dan kelas B jauh lebih banyak dari ketentuan dalam klasifikasi light hazard, misalnya : ruang makan, toko, ruang penelitian ilmiah, dan lain-lain.

Extra (high) hazard, yaitu apabila yaitu apabila suatu area memiliki jumlah bahan mudah terbakar kelas A dan kelas B jauh lebih banyak dari ketentuan dalam klasifikasi ordinary hazard, misalnya : bagian dapur dari rumah makan atau restoran, toko kayu atau furniture, bengkel, dan lain-lain.

Mengetahui luas area yang akan diproteksi

Luas area yang akan diproteksi dapat dihitung dari project drawing atau shop drawing dari bangunan gedung tersebut. Dari luas area tersebut kita dapat menentukan jumlah kebutuhan alat pemadam api portable untuk memproteksi area tersebut.

Menentukan rating dan menghitung kebutuhan alat pemadam api portable untuk area yang akan diproteksi

Setelah mendapatkan data-data diatas, maka kita dapat menentukan rating dan menghitung kebutuhan alat pemadam api portable untuk area yang akan diproteksi.

Ketentuan mengenai minimum rating alat pemadam api portable untuk suatu hazard occupancy, maksimum luas area yang diproteksi serta jangkauan maksimum (travel distance) untuk menjangkau alat pemadam api portable ini dapat dilihat pada table 3-2.1 (untuk klasifikasi bahaya kebakaran kelas A) dan table 3-3.1 (untuk klasifikasi bahaya kebakaran kelas B) pada NFPA 10, Standard for Portable Extinguisher.

click pada gambar untuk memperbesar

Setelah itu, kebutuhan alat pemadam api portable bisa dihitung dengan rumus berikut :

En = Ta / (Ma.Er)

Dimana:

En : Extinguisher need (jumlah alat pemadam api portable yang dibutuhkan)

Ta : Total area

Ma : Maximum area untuk Single extinguisher

Er : Minimum extinguisher rate

Contoh :

Luas area : 50.000 SQft

Hazard type : Ordinary Hazard

Berapa FE yang dibutuhkan ??

Jawab :

Minimum FE rate requirement untuk “ordinary hazard : 2A

Maksimal area untuk single extinguisher / single unit A = 1500 Sqft

Maka;

En = Ta / (Ma.Er)

En = 50.000 / (1500.2)

= 50.000 / 3000

= 16.6 atau 17 unit extinguisher dengan rating 2A

Karena pemilihan portable extinguisher yang multi purpose atau bisa menangani lebih dari satu kelas kebakaran sangat dianjurkan, maka kita dapat menyandingkan rating 2A tersebut dengan kelas yang setara, yaitu 10B:C. maka dapat disimpulkan, untuk bangunan tersebut membutuhkan 17 unit portable extinguisher dengan rating 2A10B:C.

Nah.. sekarang kita dapat menentukkan rating dan jumlah kebutuhan alat pemadam api portable yang dibutuhkan suatu bangunan gedung, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis extinguishing agent serta kapasitas alat pemadam api portable yang sesuai dengan rating dan klasifikasi kebakaran pada area tersebut. Yang perlu diingat bahwa prinsip pemilihan alat pemadam api portable, antara lain :

1. Efektifitas dari alat pemadam api portable untuk memadamkan api dengan klasifikasi yang sesuai, serta;

2. Kemudahan dalam penggunaannya (berkaitan dengan volume atau kapasitas).

Untuk hal ini, table A-2-1 dari NFPA 10 dapat digunakan sebagai pedoman

click pada gambar untuk memperbesar

Masih berkaitan dengan contoh pertama, dimana bangunan dengan luas area 50.000 SQft, membutuhkan 17 unit portable extinguisher dengan rating 2A 10B:C, maka alat pemadam api yang cocok dengan rating tersebut adalah Dry powder (ammonium sulfate) type storage pressure / cartridge dengan berat antara 1 – 17 Lb atau antara 0.454Kg s/d 7.718Kg. Apabila rata-rata bangunan tersebut dihuni oleh wanita, maka penggunaan alat pemadam api portable dengan kapasitas dibawah 5 Kg akan lebih efektif untuk dipasang, karena pertimbangan lebih mudah digunakan.

Kebakaran akan menciptakan kondisi strees dan kepanikan. Namun agar kebakaran besar dapat dihindari, maka penghuni dituntut untuk mampu memilih alat pemadam api portable yang sesuai dengan klasifikasi kebakaran dengan cepat dan benar dibawah tekanan yang diciptakan oleh kondisi tersebut. Berikut beberapa tips yang akan sangat membantu memperkecil kesalahan dalam pemilihan jenis portable extinguisher serta serta mempercepat response time penanggulangan kebakaran dengan menggunakan alat pemadam api portable, antara lain :

1. Tempatkan alat pemadam api portable berdekatan dengan sumber bahaya yang mungkin memicu timbulnya kebakaran;

2. Pilih alat pemadam api portable yang mampu menangani lebih dari satu jenis klasifikasi kebakaran (klas A,B,C lebih banyak disarankan karena sangat multi-purpose)

3. Tandai alat pemadam api portable dengan jelas berikut panduan penggunaannya

4. Berilah pelatihan kepada penghuni secara teratur sehingga mereka bisa terbiasa menggunakan dan memilih alat pemadam api portable secara cepat dan benar.

Distribusi atau penempatan alat pemadam api portable

Prinsip penempatan alat pemadam api portable:

1. Sesuai dengan hazard occupancy area yang diproteksi

2. Tidak terhalang dan mudah dilihat

3. Berdekatan dengan pintu keluar atau pintu masuk

4. Penempatan pada dinding atau ditempatkan didalam box khusus dengan jarak 4” s/d 48” atau 10 cm s/d 1,2 meter dari permukaan lantai

5. Jarak maksimum dari titik terluar area yang diproteksi ke lokasi penempatan alat pemadam api portable (travel distance) tidak lebih 75ft atau 22,86 meter

Sumber : http://satriafiretraining.blogspot.com/2012/08/cara-memilih-dan-mendesign-penempatan.html

Diposkan oleh Fire Training, Fire Rescue, Fire Fighting and Fire Equipment

 

Penempatan Fungsi Alat Pemadam

Fire Extinguisher atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan alat pemadam api yang pemakaiannya dilakukan secara manual dan langsung diarahkan pada posisi dimana api berada. APAR disediakan pada tempat-tempat strategis yang disesuaikan dengan peraturan Dinas Pemadam Kebakaran :

∙ Untuk setiap 200 m2 ruang terbuka disediakan 1 unit APAR type A dengan jarak antara setiap unit maksimum 20 meter.

∙ Untuk ruang yang dilengkapi dengan pembagi / pembatas ruang, disediakan 1 unit APAR type A tanpa memperhatikan luas ruang.

∙ Untuk daerah/ruang mekanikal-elektrikal berskala kecil disediakan 1 unit APAR type A dan 1 unit APAR type B

∙ Untuk daerah/ruang mekanikal-elektrikal berskala besar disediakan 1 unit APAR type A, 1 unit APAR type C dan 1 unit APAR type D.

PERALATAN UTAMA & FUNGSI APAR

∙ Type A : Multipurpuse Dry Chemical Powder 3,5 kg APAR
∙ Type B : Gas CO2 6,8 kg APAR
∙ Type C : Gas CO2 10 kg APAR
∙ Type D : Multipurpuse Dry Chemical Powder 25 kg (dilengkapi dengan trolley).

Info : acara menempatkan apar, posisi alat pemadam api, letak alat pemadam api, letak pemadam api, posisi alat pemadam api ringan

Di bawah ini kami informasikan tips mencegah bahaya kebakaran akibat korsleting listrik:

  1. Percayakan pemasangan instalasi rumah/bangunan anda pada instalatir yang terdaftar sebagai anggota AKLI (Assosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) dan terdaftar di PLN. Secara legal instalatir mempunyai tanggung jawab terhadap keamanan instalasi.
  2. Jangan menumpuk steker atau colokan listrik terlalu banyak pada satu tempat karena sambungan seperti itu akan terus menerus menumpuk panas yang akhirnya dapat mengakibatkan korsleting listrik.
  3. Jangan menggunakan material listrik sembarangan yang tidak standar walaupun harganya murah. Tetapi memiliki sertifikat Sistim Pengawasan Mutu (SPM) yang berlabel tulisan atau,
  4. Jika sering putus jangan menyambungnya dengan serabut kawat yang bukan fungsinya karena setiap sekring telah diukur kemampuan menerima beban tertentu.
  5. Lakukan pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi isolasi pembungkus kabel, bila ada isolasi yang terkupas atau telah menipis agar segera dilakukan penggantian. Gantilah instalasi rumah/bangunan anda secara menyeluruh minimal lima tahun sekali. pekerjaan pemeriksaan dan penggantian sebaiknya dilakukan oleh instalatir anggota AKLI dan terdaftar di PLN.
  6. Gunakan jenis dan ukuran kabel sesuai peruntukan dan kapasitas hantar arusnya.
  7. Bila terjadi kebakaran akibat korsleting listrik akibat pengaman Mini Circuit breaker (MCB) tidak berfungsi dengan baik, matikan segera listrik dari kWh meter. Jangan menyiram sumber kebakaran dengan air bila masih ada arus listrik.
  8. Anda juga perlu mengetahui bahwa hubungan arus pendek atau korsleting adalah kontak langsung antara kabel positif dan negatif yang biasanya dibarengi dengan percikan bunga api, dan bunga api inilah yang memicu kebakaran. PLN telah memasang MCB yang terpadu dengan kWh dan OA Kast yang berfungsi sebagai pembatas bila pemakaian beban melebihi kapasitas daya sekaligus sebagai pengaman bila terjadi hubungan arus pendek.
  9. Hindari pemakaian listrik secara illegal karena disamping membahayakan keselamatan jiwa, tindakan itu juga tergolong tindak kejahatan yang dipidanakan.

Halaman ini mencakup pencarian kata :  tips mencegah kebakaran, alat pemadam api ringan, jenis jenis pemadam kebakaran, jenis api, alat pemadam kebakaran, bahan pemadam api, pemadam api ringan, pemadam api yamato, pemadam api portable.

 

Thursday, 31 January 2013 04:19

5 Penyebab Utama Kebakaran

Written by

5 Penyebab Utama Kebakaran

  1. Lilin
    Terjatuh,atau dibiarkan teerbakar sampai habis dan meleleh kemana-mana
  2. Lampu Tempel
    Menjilat dinding papan/bamboo atau jatuh tersenggol
  3. Kompor
    Meledak karena diisi selagi menyala. Atau karna ada sumbu ompong
  4. Listrik
    Korslet karena kabel tua,sambungan susun atau sekering kawat !!
  5. Puntung Rokok
    Masih menyala dibuang sembarang, berakibat fatal.

Lebih dari 75% kebakaran diakibatkan oleh 5 penyebab utama :
Lilin, Lampu tempel, kompor,listrik dan puntung rokok atau obat nyamuk.
Waspadalah selalu terhadap 5 penyebab utama tersebut

∙      Pasanglah lilin dengan kokoh di atas alas yang cekung dari bahan tahan api.

∙      Periksalah sumbu kompor. Isi sebelum di nyalakan.

∙      Ganti kabel listrik yang rusak. Jangan pasang steker bersusun.

∙      Jangan menyambung sekering dengan kawat

Thursday, 31 January 2013 04:09

Modul Pedoman Penanggulangan Bahaya Api

Written by

Langkah-langkah Penanggulangan Pemadaman Api/Kebakaran :

  1. Jika terjadi kebakaran, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memadamkan secara langsung dengan alat pemadam api ringan APAR yang sesuai yang diletakkan pada tempat terdekat
  2. Jika api tidak padam, panggil teman terdekat dan segera hubungi kepala gedung (fire marshall).
  3. Bunyikan alarm / tanda bahaya kebakaran jika api belum padam.
  4. Apabila alarm otomatis berbunyi, bantu evakuasi (pengosongan gedung) melalui pintu darurat dan segera lakukan pemadam dengan alat pemadam yang tersedia.
  5. Hubungi unit pemadam kebakaran untuk minta bantuan dengan identitas yang jelas
  6. Amankan lokasi dan bantu kelancaran evakuasi (pengosongan gedung) dan bantu kelancaran petugas pemadam kebakaran
  7. Beritahu penolong atau petugas pemadam kebakaran tempat  alat pemadam api ringan APAR dan sumber air
  8. Utamakan keselamatan jiwa dari pada harta benda

Penyelamatan diri

  1. Buat rencana penyelamatan diri, dengan menentukan sedikitnya dua jalur keluar dari setiap ruangan. Ini bisa melalui pintu ataupun jendela, jadi perhatikan apakah pembatas ruangan akan mengganggu rencana ini. Buatlah denah penyelamatan diri.
  2. Persiapkan petunjuk arah di pintu darurat.
  3. Saat kebakaran, sebenarnya asap yang membuat orang menjadi panik dan tidak dapat bernafas dengan leluasa. Merangkaklah atau merunduk di bawah, tutup mulut dan hidung dengan kain yang dibasahi.
  4. Keluarlah dari pintu atau jendela yang terdekat menuju ke tempat yang aman. Pastikan bahwa pintu dapat dengan cepat dibuka pada kondisi darurat, demikian pula jika harus melalui jendela.
  5. Apabila terjebak api, pastikan balut tubuh anda dengan selimut tebal yang dibasahi. Ini hanya dilakukan sebagai pilihan terakhir apabila tidak ada jalan lain kecuali menerobos kobaran api.

Perhatikan faktor penting dalam pemadaman

  1. Arah angin
  2. Jenis benda yang terbakar
  3. Volume benda yang terbakar
  4. Berapa lama telah terbakar
  5. Situasi, kondisi dan lingkungan
  6. Keselamatan diri :

 

  • peralatan dan perlengkapan yang digunakan seperti kain pelindung, selimut api dll.
  • asap tebal akibat proses kebakaran
  • kemungkinan terjadinya ledakan
  • kemungkinan terjadinya radiasi

 

Sikap dan tindakan dalam pemadaman kebakaran

A. Harus selalu disertai resque operator (fire marshall)

 

  1. Tegas dan disiplin
  2. Yakin akan kemampuan diri
  3. Tenang, waspada, tanggap akan situasi
  4. Kompak dalam kerjasama (team work)
  5. Cepat bertindak dan efisien

 

B. Perlu latihan secara rutin

C. Mengenal alat pemadam api dan cara penggunaannya

Alat pemadam api tradisional

 

  1. Pasir
  2. Tanah
  3. Air
  4. Dll

 

sangat baik untuk pemadaman awal terutama dalam rumah tangga atau perkantoran yang tidak begitu luas?

Alat pemadam api modern

1. Kimia:

O co2

O dry chemical powder

O busa

O thermatic

2. Hidrant kebakaran

Penggunaan alat pemadam tradisional

Pasir / tanah:

• sangat baik untuk kebakaran lantai / tanah datar

• dapat dipakai untuk membendung tumpahan minyak, sehingga kebakaran tidak meluas

• dapat dipakai untuk pemadaman awal semua jenis kebakaran

Cara pemakaian: (sistim isolasi)

Pasir / tanah ditaburkan mulai dari tepi hingga seluruh permukaan yang terbakar tertutup rata

Selimut api / karung goni:

• cocok uktuk kebakaran kompor (kebakaran minyak) dan semua jenis kebakaran, kecuali kebakaran listrik

• bahan murah dan mudah didapat

Cara pemakaian (sistim pendinginan) :

Basahi karung goni dengan air kemudian tutupkan secara rata pada bagian yang terbakar, jika dengan satu karung tidak cukup, tambah lagi.

Syarat penempatan apar

1. Pada jalur keluar,

2. Dekat dengan daerah yang mempunyai resiko kebakaran tinggi,

3. Mudah dilihat, dijangkau dan diambil oleh pengguna,

4. Diberi tanda yang menunjukkan tentang adanya apar dengan warna merah

Catatan:

O pada posisi yang sama di setiap lantai,

O pada sudut-sudut koridor,

O dekat dengan pintu

Petunjuk pemadaman menggunakan hydrant kebakaran

1. Menggelar slang (fire house):

O pegang ujung slang pada sisi betina dan lemparkan gulungan slang ke arah api,

O bila kurang panjang, tambah lagi dan sambungkan satu dengan lainnya,

O sambungkan pangkal slang (sisi betina) dengan hydrant pilar.

2. Pegang nozle:

O ambil posisi dengan benar (kuda-kuda) setelah siap beri kode agar air segera dialirkan,

O tangan kiri pegang ujung nozle, tangan kanan pada pangkal nozle sambil dijepit dengan ketiak.

3. Mengalirkan air:

O beri kode operator dengan tangan lurus ke atas,

O untuk menghentikan aliran air, tangan atas diturunkan dengan membuat gerakan melipat sebatas siku berulang-ulang

Air : media yang paling banyak digunakan

Keuntungan:

• mudah didapat dalam jumlah banyak

• mudah diangkut dan dialirkan

• daya serap terhadap panas besar

• daya mengembang menjadi uap besar

Kelemahan:

• tidak bisa untuk kebakaran listrik,

• untuk kebakaran minyak harus dengan cara spray dan teknik yang benar

Penanggulangan kebakaran :

A. Tindakan pencegahan/preventif

Segala upaya yang dilakukan agar kebakaran tidak terjadi kebakaran :

1. Memberikan penyuluhan, pendidikan dan pelatihan

2. Menempatkan barang-barang yang mudah terbakar di tempat yang aman dan jauh dari api

3. Tidak merokok dan melakukan pekerjaan panas di tempat barang-barang yang mudah terbakar

4. Tidak membuat sambungan listrik sembarangan

5. Tidak memasang steker listrik bertumpuk-tumpuk

6. Memasang tanda-tanda peringatan pada tempat yang mempunyai resiko bahaya kebakaran tinggi

7. Menyediakan apar ditempat yang strategis

8. Matikan aliran listrik bila tidak digunakan

9. Buang puntung rokok di asbak dan matikan apinya

10. Bila akan menutup tempat kerja, periksa dahulu hal-hal yang dapat menyebabkan kebakaran

B. Tindakan pemadaman/represif

Tindakan yang dilakukan untuk memadamkan kebakaran sebagai upaya memperkecil kerugian yang ditimbulkan dan mencegah agar kebakaran tidak meluas

Teknik dan taktik penanggulangan kebakaran

A. Teknik penanggulangan kebakaran

Kemampuan maksimal dalam menggunakan peralatan yang tersedia guna memadamkan kebakaran

B. Taktik penanggulangan kebakaran

Kemampuan maksimal tentang cara-cara yang digunakan dalam rangka pemadaman kebakaran

Sistem pemadaman

A. Sistem isolasi

Cara pemadaman dengan tidak memberi oksigen pada benda yang terbakar

• menutup dengan karung basah

• menimbun dengan tanah, pasir atau lumpur

B. Sistem pendinginan

Cara pemadaman dengan menurunkan suhu pada benda yang terbakar

• menyiram dengan air

• menimbun dengan daun, batang pohon yang mengandung air

C. Sistem urai

Cara pemadaman dengan membagi-bagi benda yang terbakar menjadi bagian kecil sehingga api mudah dikendalikan

Bila sistem isolasi dan pendinginan tidak dapat dilakukan

Pengertian api dan kebakaran

Api : gas pijar yang mengeluarkan panas. Bila panas yang dikeluarkan itu melebihi batas maksimal, maka dapat menimbulkan kebakaran

Terjadinya api :

Persenyawaan tiga unsur :

1. Panas

2. Benda / bahan bakar

3. Udara

Api terkendali menjadi kawan :

Selama api dapat dikendalikan atau dikuasai, besar atau kecil, selama itu pula api akan menjadi kawan bahkan menguntungkan dan menghasilkan

Api tak terkendali menjadi lawan :

Betapapun kecilnya api, selama tidak dikendalikan atau dikuasai dan menimbulkan kerugian, cacat bahkan korban jiwa manusia maka selama itu pula api dikatakan menjadi lawan dan disebut perisatiwa kebakaran.

Perbedaan api dengan kebakaran

Api :

1. Dibutuhkan

2. Mudah dikendalikan

3. Menguntungkan

Kebakaran :

1. Tidak dibutuhkan

2. Sulit dikendalikan

3. Merugikan

Kebakaran :

Suatu peristiwa yang disebabkan dari api yang tidak dapat dikendalikan atau dikuasai baik besar maupun kecil, disengaja atau tidak dan menimbulkan kerugian harta benda, cacat bahkan korban jiwa manusia

Sebab kebakaran :

1. Kelalaian

2. Kurangnya pengertian dalam penanggulangan

3. Peristiwa alam

4. Disengaja/ulah manusia

Akibat kebakaran :

1. Menghambat kelancaran pemerintahan/pembangunan

2. Menghambat kelancaran perekonomian

3. Timbulnya pengangguran

4. Terganggunya stabilitas kamtibnas psikologi

Klasifikasi kebakaran :

Menurut peraturan mentri nakertrans nomor : pe-04/80 tanggal 14 april 1980 kebakaran dibedakan menjadi

Klas a : kebakaran benda padat

Klas b : kebakaran benda cair/gas

Klas c : kebakaran akibat listrik

Klas d : kebakaran logam

Dengan mengetahui klasifikasi kebakaran, maka akan memudahkan dalam menentukan / memilih media pemadam yang sesuai

Penempatan fungsi alat pemadam

Fire extinguisher atau alat pemadam api ringan (apar) merupakan alat pemadam api yang pemakaiannya dilakukan secara manual dan langsung diarahkan pada posisi dimana api berada. Apar disediakan pada tempat-tempat strategis yang disesuaikan dengan peraturan dinas pemadam kebakaran :

• untuk setiap 200 m2 ruang terbuka disediakan 1 unit apar type a dengan jarak antara setiap unit maksimum 20 meter.

• untuk ruang yang dilengkapi dengan pembagi / pembatas ruang, disediakan 1 unit apar type a tanpa memperhatikan luas ruang.

• untuk daerah/ruang mekanikal-elektrikal berskala kecil disediakan 1 unit apar type a dan 1 unit apar type b

• untuk daerah/ruang mekanikal-elektrikal berskala besar disediakan 1 unit apar type a, 1 unit apar type c dan 1 unit apar type d.

Peralatan utama & fungsi apar

• type a : multipurpuse dry chemical powder 3,5 kg apar

• type b : gas co2 6,8 kg apar

• type c : gas co2 10 kg apar

• type d : multipurpuse dry chemical powder 25 kg (dilengkapi dengan trolley).

Info Harga, Permintaan Surat Penawaran Harga, Nego Harga, Pertanyaan, Pesan  : Hubungi :Anwar di 02194267801, 081385230013

Info : isi ulang/refill fm200, alat pemadam api ringan, jenis jenis pemadam kebakaran, jenis api, alat pemadam kebakaran, bahan pemadam api, pemadam api ringan, pemadam api yamato, pemadam api portable.

Tuesday, 29 January 2013 12:54

Cara Menggunakan Alat Pemadam Api yang Baik

Written by

Untuk menggunakan alat pemadam api kebakaran dengan benar, para ahli mengatakan bahwa seseorang harus mengingat LULUS singkatan -

P: Tarik pin.

A: Tujuan di dasar api.

S: Tekan Gagang

S: Sapu sisi ke sisi.

Tapi mereka mengatakan pelajaran yang paling penting dari semua adalah ketika tidak mencoba menggunakan alat pemadam. Kedua perangkat tersebut hanya dimaksudkan untuk kebakaran kecil di tahap awal mereka sangat. Lebih besar dan Anda harus keluar sementara Anda dapat menelepon 911 dan apapun.

Berikut adalah beberapa kebakaran pemadam tambahan tips dari Rausch, Fire Protection Association Nasional dan dari Underwriters Laboratories Inc, yang secara independen menguji produk dan memberikan rekomendasi keselamatan:

1. Ketika membeli alat pemadam kebakaran untuk rumah Anda: memilih alat pemadam berlabel "ABC," yang berarti mereka spektrum luas dan dapat memerangi semua jenis kebakaran. Juga mencari meterai organisasi pengujian independen untuk memastikan pemadam adalah kualitas tinggi.

2. Pastikan mereka memiliki alat pengukur pada mereka yang memberitahu Anda berapa banyak pemadam kebakaran bahan kimia yang tersisa di tabung itu.

3. Dapatkan pemadam, api terbesar terberat Anda nyaman dapat menangani, sehingga Anda akan memiliki lebih pemadam kebakaran listrik.

4. Menyimpan alat pemadam kebakaran di dekat pintu keluar dari kamar mereka berada, sehingga Anda dapat memadamkan api dari lokasi di mana ada jalan yang jelas untuk keluar. Pastikan mereka mudah untuk mengambil, tidak terperangkap di belakang barang-barang lainnya.

 

5. Baca petunjuk yang datang dengan alat pemadam api dan menjadi akrab dengan bagian-bagian dan operasi sebelum terjadi kebakaran. Departemen pemadam kebakaran setempat atau distributor peralatan pemadam sering menawarkan tangan-pelatihan pemadam kebakaran.

Fakta-Memeriksa Obama, Iklan Kampanye Romney Watch Video

 

Kebakaran hutan  Colorado: Pulang Watch Video

 

Kebakaran hutan Colorado: Pengungsi Kembali Rumah Tonton Video

6. Dapatkan setiap anggota lain dari keluarga keluar dari rumah dan minta mereka menghubungi pemadam. Sementara itu, jika api tidak menyebar, terbatas pada daerah kecil, dan ruangan tidak penuh dengan asap, gunakan jenis yang tepat pemadam di atas api.

 

7. Tahu baik batas dan batas pemadam kebakaran. Cara terbaik untuk berpikir tentang alat pemadam kebakaran ini sebagai bantuan dalam mendapatkan keluar hidup-hidup daripada perangkat untuk memadamkan api sepenuhnya.

 

8. Berkala memeriksa alat pemadam Anda untuk menentukan apakah mereka perlu diisi ulang atau diganti. Lihatlah alat ukur untuk melihat apakah ada amunisi kiri.

 

9. Alat pemadam harus diisi ulang atau diganti setelah setiap kali digunakan - bahkan jika Anda belum pernah menggunakan agen pemadam keseluruhan. Periksa pengukur pada pemadam kebakaran untuk informasi ini.

 

10. Bila menggunakan alat pemadam portabel, selalu menjaga punggung Anda ke pintu keluar terhalang yang bebas dari api. Ini akan memungkinkan jalan yang jelas menuju jalan keluar.

Gambar Alat Pemadam Api
Telp. 021-34342906
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2215
mod_vvisit_counterYesterday2229
mod_vvisit_counterThis week9544
mod_vvisit_counterLast week17704
mod_vvisit_counterThis month79982
mod_vvisit_counterLast month81751
mod_vvisit_counterAll days2163099

We have: 13 guests, 1 members online
Your IP: 54.237.245.159
Today: Jul 30, 2014
Facebook Likebox Module
Kontak Cepat Info Harga, Penawaran dan Pesan

Anwar Arifin
Esia : 021-34342906
Simpati : 081385230013
Xl : 087780893852
Office : 021-54353513
Fax : 021-54355901
Email : anwar@globalmitraproteksindo.com
7499A580, 316EB414

PT. Global Mitra Proteksindo
Komplek Taman Palem Mutiara Blok A15 No.28
Cengkareng, Jakarta Barat